Emzalmi Ikuti Diskusi Islam Kebangsaan Al Maun


Interpos | Emzalmi ikuti diskusi Islam kebangsaan Al Maun. Pada Jumat 16 Maret 2018 Aliansi Masyarakat Untuk Nawa Cita (Al Maun) mengadakan diskusi Islam kebangsaan untuk mengenang tokoh - tokoh pergerakan Sumbar di Hotel Pangeran Padang. 

Muhammad Rafiq mengatakan, "kita harus berusaha memikirkan yang terbaik untuk bangsa, pemikiran Islam muncul dari tokoh - tokoh Sumbar pada sejak 1920 an sampai merdeka. Sumbar banyak melahirkan tokoh yang berkecimpung dikancah Nasional antaranya Tan Malaka, Hatta dan Syafril", katanya. 

Pemikiran tokoh - tokoh Sumbar sangat frural, walau ada perbedaan namun tetap saling hormat menghormati, sebagai contoh yang harus kita lanjutkan. Eko Sulistio Deputi 4 Bidang Kepres menyebut "banyak tokoh - tokoh pergerakan Islam dari Sumbar ini tidak tercatat dalam sejarah, yang meninggalkan jejak petilasan baik didunia politik maupun pendidikan. 

Munculnya tokoh - tokoh pemikir ini berdasarkan keislaman maupun perpanjangan sosial demokrasi yang mengetengahkan persatuan" jelasnya. Emzalmi  menambahkan bahwa didalam setiap pergerakan pasti terkandung nilai kehidupan seperti pepatah adat Minangkabau "talendo dek ka naiak talantuang dek katurun artinya capek kaki talangkahan, capek tangan tajambaoan, capek muluik takatoan", kata Emzalmi.
 
Dalam diskusi ini turut hadir sebagai Ulama Buya Masqut Abidin, Yulhamdi tokoh dari tokoh gerakan Islam dan tokoh Pemuda Sumbar Bung Nisfan Jumadil.
 
Rencana Jendral Purnawirawan Moeldoko juga akan hadir namun karena banyaknya jadwal kegiatannya seperti memberikan kuliah umum di UNP dan sholat Jumat di Mesjid Nurul Yakin Pakandangan sehingga Moeldoko tidak bisa hadir dalam diskusi ini. #in.AdF)
Share on Google Plus

About indra Afriadi

www.interpos.online lahir mengikuti tuntutan zaman di era globalisasi dan teknologi digital saat ini, dan masa yang akan datang. Tujuannya interpos adalah menjadi sebuah media siber yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi maju sekarang ini dan yang akan datang, tanpa batasan atau dibatasi. www.interpos.online tidak melupakan kode Etik jurnalist dan perimbangan dalam karyanya sebagai lembaga control social, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PT. TMIP Mengucapkan, "Selamat datang di Media Siber Interpos.onine", Terima kasih.. Silahkan Baca, Bagi Dan Komentar.. Tertanda Pemred : Indra Afriadi