13 Tahun Penjara, Bunuh Istri Karena Selingkuh

Jakarta, IP’ON - Suhartanto, 29, warga Cilodong yang didakwa membunuh istrinya Yeni Maharani,26, di pinggir Sungai Ciliwung dekat Jembatan Grand Depok City (GDC), bulan Juli 2017 akhirnya dituntut 13 tahun kurungan penjara .

Menurut jaksa Suharetono membunuh istrinya sendiri akibat emosi dan kesal karena permintaan maaf akibat perselingkuhan tidak diterima.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kozar K dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok di hadapan hakim pimpinan Teguh Afriano, Rabu (17/1)

Jaksa Kozar K, mengatakan Yeni sutemukan tewas tergeletak di pinggir Sungai Ciliwung dengan luka memar di kepala, leher sebelah kiri, lengan kanan dan luka terbuka di bibir akibat kekerasan benda tumpul yang diduga mengakibatkan jalan pernafasan tergangganggu hingga membuat korban mati lemas.

Motif membunuh karena terdakwa emosi serta kesal karena permintaan maaf akibat berselingkuh tidak diterima oleh korban atau Yeni. Sebelum terjadi pembunuhan , korban sempat melarikan diri dari rumah setelah ada pertengakaran akibat permintaan maaf terdakwa kepada korban karena ketahuan berselingkluh tidak ditanggapi.

Majelis Hakim Teguh Arfiano akhirnya memutuskan sidang akan dilanjutkan minggu depan menunggu pledoi terdakwa berkaitan tuntutan tersebut. 

#IN-004/Anton

Share on Google Plus

About indra Afriadi

www.interpos.online lahir mengikuti tuntutan zaman di era globalisasi dan teknologi digital saat ini, dan masa yang akan datang. Tujuannya interpos adalah menjadi sebuah media siber yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi maju sekarang ini dan yang akan datang, tanpa batasan atau dibatasi. www.interpos.online tidak melupakan kode Etik jurnalist dan perimbangan dalam karyanya sebagai lembaga control social, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PT. TMIP Mengucapkan, "Selamat datang di Media Siber Interpos.onine", Terima kasih.. Silahkan Baca, Bagi Dan Komentar.. Tertanda Pemred : Indra Afriadi