Terkait Full School Day, Mendagri Inginkan Kesamaan Anggaran Sekolah Negeri dan Swasta


JAKARTAIP'ON- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ikut dilibatkan dalam proses penerapan Peraturan Presiden (Perpres) pengganti Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 yang mengatur tentang ketentuan sekolah lima sehari pekan.

Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui kalau dalam penyusunan Perpres tersebut, pihak Kemendagri memang diikutsertakan. Namun prinsipnya, kementeriannya hanya mengurus soal fasilitas dan anggaran yang diperoleh sekolah negeri dan swasta.

"Kami hanya pada prinsipnya ingin bahwa swasta dan negeri disamakan kan termasuk anggarannya semuanya jangan ada dugaan," kata Tjahjo usai menghadiri Rapimnas dan Workshop ADKASI (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (20/6).

Hal lain yang menjadi kewenangannya antara lain soal penyaluran dana BOS (bantuan operasional sekolah). Sedangkan, menurut dia, terkait kurikulum menjadi wewenang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Anggaran kan beda-beda, yang negeri misalnya Rp 10 ribu, dan swasta sekian ribu, harus dilihat, kecuali swasta yang dia mampu, beda lagi. Saya kira termasuk percepat dana BOS cepat tersalurkan.” Tambah dia.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan Perpres pengganti Permen Nomor 23 Tahun 2017 masih dalam proses penggodokan. Sejumlah menteri terkait dilibatkan dalam penggodokan ini.

"Ini sekarang kita sedang menggodok pedomannya, bersama Kemenag, juklaknya juga sedang digodok bersama tim sekarang," ucapnya.

Untuk diketahui, Permen Nomor 23 Tahun 2017 yang diterbitkan Mendikbud beberapa waktu lalu menimbulkan polemik. Sejumlah kalangan bahkan menilai, Permen tersebut berpotensi menghapus pendidikan agama di sekolah-sekolah.





#Gan/merdeka com/Puspen Kemendagri
Share on Google Plus

About indra Afriadi

www.interpos.online lahir mengikuti tuntutan zaman di era globalisasi dan teknologi digital saat ini, dan masa yang akan datang. Tujuannya interpos adalah menjadi sebuah media siber yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi maju sekarang ini dan yang akan datang, tanpa batasan atau dibatasi. www.interpos.online tidak melupakan kode Etik jurnalist dan perimbangan dalam karyanya sebagai lembaga control social, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PT. TMIP Mengucapkan, "Selamat datang di Media Siber Interpos.onine", Terima kasih.. Silahkan Baca, Bagi Dan Komentar.. Tertanda Pemred : Indra Afriadi