RI Berhasil Dorong Pengesahan Traktat Pelarangan Senjata Nuklir

New York(AMERKA SERIKAT).IP'ON- Traktat pelarangan senjata nuklir berhasil diadopsi dengan pungutan suara 122 negara mendukung, 1 negara menolak (Belanda), dan 1 negara abstain (Singapura). 
“Traktat Pelarangan Senjata Nuklir adalah salah satu prasyarat kunci demi tercapainya dunia yang lebih aman, bebas dari malapetaka senjata nuklir”, demikian tegas Duta Besar Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, pada putaran kedua Konferensi perundingan Traktat pelarangan senjata nuklir di New York (7/7).
 
Pada Konferensi bersejarah ini, diadopsinya Traktat ini tidak lepas dari peran Duta Besar Hasan Kleib, Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, yang juga berperan sebagai Wakil Presiden Konferensi Pelarangan Senjata Nuklir. Dalam kapasitas tersebut, Dubes Hasan Kleib menjembatani berbagai polaritas yang ada selama jalannya konferensi, termasuk dalam isu-isu yang paling krusial, semisal mekanisme institusional terkait Traktat Pelarangan Senjata Nuklir.
 
Berbeda dengan argumentasi negara-negara pemilik senjata nuklir selama ini, Dubes Kleib justru memandang senjata nuklir sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan keamanan internasional. 
“Satu-satunya jaminan tidak terjadinya kehancuran dunia dari senjata nuklir adalah penghapusan senjata nuklir dari dunia,oleh karena itu diadopsinya Traktat pelarangan yang kuat dan tegas sangat mendesak” jelas Dubes Kleib.
Pada kesempatan tersebut Indonesia juga mematahkan pandangan dan kekhawatiran negara-negara pemilik senjata nuklir bahwa Traktat pelarangan senjata nuklir yang sedang dinegosiasikan tersebut akan memperlemah Non-Proliferation Treaty (NPT). Sebaliknya, mengingat Indonesia juga merupakan negara pihak dan pendukung kuat NPT, Indonesia menegaskan bahwa Traktat tersebut justru akan semakin memperkuat dan melengkapi NPT.
Putaran kedua Konferensi perundingan Traktat perlarangan senjata nuklir dilaksanakan di New York sejak tanggal 15 Juni 2017 hingga tanggal 7 Juli 2017. Putaran pertama diadakan pada bulan Maret 2017. Konferensi dihadiri oleh Under Secretary General PBB untuk isu perlucutan senjata, negara-negara anggota PBB, dan organisasi masyarakat madani. Pertemuan tersebut merupakan implementasi dari resolusi Majelis Umum PBB nomor 71/258 yang disahkan pada bulan Desember 2017. 
#Gan/​PTRI Jenewa/Kemlu
Share on Google Plus

About indra Afriadi

www.interpos.online lahir mengikuti tuntutan zaman di era globalisasi dan teknologi digital saat ini, dan masa yang akan datang. Tujuannya interpos adalah menjadi sebuah media siber yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi maju sekarang ini dan yang akan datang, tanpa batasan atau dibatasi. www.interpos.online tidak melupakan kode Etik jurnalist dan perimbangan dalam karyanya sebagai lembaga control social, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PT. TMIP Mengucapkan, "Selamat datang di Media Siber Interpos.onine", Terima kasih.. Silahkan Baca, Bagi Dan Komentar.. Tertanda Pemred : Indra Afriadi