Penyakit Mematikan Yang Rentan Pada Wanita

IP'ON- Tidak cukup wanita saja yang tahu tentang penyakit berbahaya ini, tetapi kaum pria pun haruslah tahu apalagi bagi anda yang sedang mencari pasangan untuk menikah kan harus dilihat dari semua aspek terutama kesehatan. Bagi anda yang sudah menikah harus tahu juga cara menghindarinya, jangan sampai istri anda terkena penyakit berbahaya tersebut.

Sebelum kami berikan informasi bagaimana cara menghindari dan mengobati penyakit berbahaya pada wanita, baca dulu macam-macam penyakitnya.


Berbagai penyakit, terutama yang berbahaya, terus mengancam kesehatan kaum perempuan, termasuk kesehatan reproduksi. Mulai dari kanker rahim dan kanker payudara, serangan jantung, osteoporosis, hingga hipertensi mengancam kesehatan Anda.

Dunia ini akan terasa lebih renyah dengan tawa dan campur tangan seorang perempuan. Tanpa perempuan, kepunahan akan menghampiri umat manusia. Namun, justru perempuan lah yang sangat rentan untuk menderita. Berbagai penyakit, terutama yang berbahaya, terus mengancam kesehatan kaum perempuan, termasuk yang terpenting, kesehatan reproduksi. Mulai dari kanker rahim dan kanker payudara, serangan jantung, osteoporosis, hingga hipertensi.

Sebelum Anda memberikan langkah pencegahan untuk menjauhi jenis-jenis penyakit tersebut, ada baiknya meluangkan sedikit waktu untuk mengenalnya lebih dekat.
Serangan Jantung

Dalam sebuah penelitian terbaru, kanker ternyata bukan momok paling menakutkan bagi perempuan. Asosiasi Jantung Amerika Serikat menyatakan bahwa kaum perempuan punya kemungkinan terkena dampak serangan jantung yang lebih parah dua kali lebih besar dibandingkan kaum pria. Walaupun kemungkinan terkena sakit jantung lebih kecil dari pria, kaum perempuan seringkali enggan pergi ke rumah sakit setelah mendapatkan serangan tersebut dengan alasan tidak ingin merepotkan orang lain. Inilah yang membuat risiko serangan jantung perempuan lebih besar daripada pria.

Dalam angka, tercatat lebih dari 15 ribu perempuan di bawah usia 55 tahun meninggal dunia karena penyakit jantung di Amerika Serikat setiap tahun. Uniknya lagi, serangan jantung pada kaum perempuan biasanya tanpa disertai rasa nyeri di dada. Untuk itu, perhatikan bila salah satu gejala ini mulai Anda rasakan, seperti rasa tidak nyaman di leher, rahang, bahu, punggung, atau perut, sesak napas, nyeri pada lengan kanan, mual atau muntah, berkeringat, kepala ringan atau pusing, dan rasa lelah yang tidak biasa.

Kanker Rahim
 
Menurut keterangan dari WHO, perempuan yang telah aktif secara seksual sebaiknya memeriksakan rahimnya untuk melakukan deteksi dini. Berdasarkan keterangan dari dr Brahmana, Sp.OG. Onk (K), Konsultan Bidang Onkologi Ginekologi Universitas Airlangga, separuh dari perempuan yang didiagnosa menderita kanker rahim berusia antara 35 hingga 55 tahun. Periode paparan kanker rahim bisa dimulai dari usia remaja yaitu sekitar usia 20 tahun atau saat mulai terpapar dengan aktivitas seksual.

Kanker rahim atau serviks terjadi karena adanya kontak dengan Human Papiloma Virus, atau HPV dengan tipe high risk. Anda harus waspada dengan jenis penyakit ini karena di Indonesia kejadian dan tingkat kematian kanker serviks adalah yang tertinggi di Asia Tenggara dan hampir 70 persen ditemukan dalam kondisi stadium lanjut. Berdasarkan survei dari WHO GLOBOCAN tahun 2012, di Indonesia terdapat 20.928 perempuan didiagnosis kanker serviks, dengan 9.498 di antaranya meninggal dunia. Diperkirakan, setiap 1 jam perempuan Indonesia meninggal karena penyakit ini.

Jagalah selalu kesehatan rahim Anda dengan setia pada satu pasangan sehingga tidak rentan terkena virus HPV. Lakukan pemeriksaan pap smear secara teratur ketika Anda telah aktif secara seksual mulai di usia pernikahan paling dini.
#Gan/
Share on Google Plus

About indra Afriadi

www.interpos.online lahir mengikuti tuntutan zaman di era globalisasi dan teknologi digital saat ini, dan masa yang akan datang. Tujuannya interpos adalah menjadi sebuah media siber yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi maju sekarang ini dan yang akan datang, tanpa batasan atau dibatasi. www.interpos.online tidak melupakan kode Etik jurnalist dan perimbangan dalam karyanya sebagai lembaga control social, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PT. TMIP Mengucapkan, "Selamat datang di Media Siber Interpos.onine", Terima kasih.. Silahkan Baca, Bagi Dan Komentar.. Tertanda Pemred : Indra Afriadi