Dosen dan Mahasiswa Roma Meriahkan Angklung 'Goes to Campus'

Roma.IP'ON- Aula Gedung Fakultas Teknik Universitas Tor Vergata Roma, Senin (5/6) sore riuh dengan suara angklung. Mahasiswa, dosen, serta para undangan yang hadir di ruangan sibuk menggoyang-goyangkan alat musik dari bambu tersebut, mengikuti panduan notasi tangan dari seorang perempuan Indonesia yang mengenakan kebaya dipadukan kain batik.

Pemandangan ini menjadi bagian dari Festival del Turismo Sostenibile atau Festival Pariwisata Berkelanjutan yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Tor Vergata Roma. Di situ alat musik asli Indonesia yang telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO pada tahun 2010 ini dipertunjukkan secara apik oleh kelompok angklung 'La Campania' dari KBRI Roma, pimpinan Junita Artati Alwi. Lagu Kambanglah Bungo, Que Sera Sera hingga O Sole Mio dibawakan secara rancak hingga membuat meriah suasana.

Kelompok angklung beranggotakan para warga dan diaspora Indonesia perempuan yang ada di Roma ini sesungguhnya masih baru terbentuk. Meski demikian, kepiawaian dalam membawakan lagu-lagu populer dengan angklung berhasil memeriahkan suasana malam itu. Permainan angklung secara interaktif mampu membuat hadirin tertarik untuk mengenal alat musik ini lebih mendalam. Mereka sangat terkesan, terlebih saat memperoleh kesempatan belajar memainkan angklung bersama pada lagu O Sole Mio. Bahkan, selepas pertunjukan, berbagai tawaran bermain angklung dalam kesempatan lainnya diajukan pada KBRI Roma.

Universitas yang dinobatkan sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Roma ini secara khusus meminta KBRI Roma untuk menampilkan seni budaya tradisi Indonesia. Angklung pun dipilih karena alat musik ini dibuat dari material alami dengan proses yang ramah lingkungan, sejalan dengan konsep promosi pariwisata berkelanjutan.

Selain angklung, KBRI Roma juga mempersembahkan pertunjukan Tari Pendet dari Bali yang dibawakan dengan gemulai oleh mahasiswa Indonesia di Roma. Kostum tari yang unik, eksotisme gerak tarian serta musik gamelan memukau para undangan. Di penghujung acara, hadirin disuguhkan kudapan khas Indonesia serta tayangan video promosi keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia.

Guru besar Fakultas Teknik Universitas Tor Vergata, Prof. Angelaccio, menyatakan kekagumannya terhadap seni budaya Indonesia. Menurut Angelaccio, keragaman budaya tradisi yang dilestarikan secara turun temurun menjadi kekuatan tersendiri dalam mempromosikan sektor pariwisata Indonesia.                                                                                                                      

Konser seni budaya Indonesia ini didahului penampilan musik barok Eropa khas abad ke-17, oleh Luigi Tufano dkk yang tampil menawan dengan permainan harpsichord, flute, dan violincelo. Kelestarian musikal dan instrumen periode renaissance terekam baik dalam komposisi dari Girolamo Frescobaldi, Joseph Bodin de Boismortier dan Leonardo Vinci. Musik barok yang menjadi cikal bakal instrumen klasik ini menjadi simbol pariwisata berkelanjutan.

Sebelumnya, dalam serangkaian kegiatan festival yang berlangsung selama dua hari pada 5-6 Juni 2017 ini, panel-panel yang terdiri dari praktisi dan pakar pariwisata berkelanjutan Italia membahas strategi mewujudkan sistem usaha wisata yang ramah lingkungan dan sekitar.

Upaya promosi seni budaya dan kuliner Indonesia di Italia gencar dilaksanakan KBRI Roma melalui berbagai kegiatan guna menjaring lebih banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Saat ini, jumlah turis Italia menunjukkan peningkatan setiap tahunnya, namun masih banyak ruang yang dapat dimanfaatkan guna menjadikannya pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.





#Gan/Fungsi Penerangan KBRI Roma
Share on Google Plus

About indra Afriadi

www.interpos.online lahir mengikuti tuntutan zaman di era globalisasi dan teknologi digital saat ini, dan masa yang akan datang. Tujuannya interpos adalah menjadi sebuah media siber yang bisa diakses jutaan orang melalui teknologi maju sekarang ini dan yang akan datang, tanpa batasan atau dibatasi. www.interpos.online tidak melupakan kode Etik jurnalist dan perimbangan dalam karyanya sebagai lembaga control social, sesuai UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.
PT. TMIP Mengucapkan, "Selamat datang di Media Siber Interpos.onine", Terima kasih.. Silahkan Baca, Bagi Dan Komentar.. Tertanda Pemred : Indra Afriadi